Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung dengan Penjelasan Lengkap

Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung dengan Penjelasan Lengkap

kalimat langsung dan kalimat tidak langsung

Bukankah kalimat langsung dan kalimat tidak langsung sangat banyak dan sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari? Namun hingga saat ini masih banyak yang belum paham atau kurang paham kalimat langsung dan tidak langsung. Oleh karena itu simak penjelasan dan contoh kalimat langsung dan tidak langsung di bawah ini.

Kalimat langsung

Definisi Kalimat Langsung

Kalimat langsung adalah jenis kalimat yang dihasilkan dari kutipan langsung dari pernyataan seseorang atau percakapan langsung seseorang.

Kutipan diambil persis seperti yang dikatakan atau disampaikan oleh orang lain tanpa menambah atau mengurangi kata-kata. Kalimat langsung dapat diartikan sebagai kalimat yang dihasilkan dari kutipan seseorang persis seperti yang dikatakan seseorang, sehingga dapat disampaikan dengan persis sama, tidak ada yang berubah sama sekali dari sumber aslinya.

Biasanya kalimat langsung digunakan dalam menyampaikan berbagai masalah atau peristiwa, seperti penyampaian informasi. Dalam hal ini informasi yang diberikan merupakan hasil yang diperoleh dari sumber aslinya, meskipun cara penyampaian informasi tersebut sama persis dengan sumber informasi seperti intonasi atau nada yang digunakan.

Karakteristik Kalimat Langsung

Untuk membedakan kalimat langsung dari kalimat lain, berikut ciri-cirinya, antara lain:

  • Kalimat langsung harus diberi tanda petik di awal dan akhir kalimat (“… ..”).
  • Huruf pertama pada kalimat langsung juga harus menggunakan huruf besar ("Cari buku di lemari").
  • Dalam kalimat yang menyertainya, ini dipisahkan menggunakan tanda baca koma (,). (Susi pernah berkata, "Lebih baik dicintai daripada mencintai.")
  • Dalam penulisan kalimat langsung berurutan, Anda harus menggunakan titik dua (:) di awal depan kalimat langsung. (Tifany: "Sepertinya ulang tahun Sarah bulan ini.")
  • Adapun pola komposisi yang sering digunakan dalam kalimat langsung adalah:
    1. Iringan tersebut kemudian diikuti dengan kalimat kutipan. (Pak Karno pernah berkata, "Belajarlah dengan giat agar tidak ada penyesalan nanti.")
    2. Kutipan tersebut kemudian diikuti dengan kalimat yang menyertainya. (“Kapan kamu selesai kuliah? Akan kuberi hadiah di hari wisuda,” kata paman Antok sambil mengangkat kopernya.)
    3. Ini dimulai dengan menggunakan kalimat kutipan, kemudian kalimat yang menyertai dan akhirnya, kalimat kutipan lagi. ("Tadi Bu Lisa pergi dengan ransel besar," kata Bik Inem, "kasihan saudari Lisa seolah-olah kamu keberatan membawa ranselnya sendiri")
  • Dalam membaca sebuah karya atau naskah yang menggunakan kalimat langsung, cara membacanya harus menggunakan nada yang agak ditekan.
  • Dalam membaca sebuah karya atau naskah yang menggunakan kalimat langsung, cara membacanya harus menggunakan nada yang agak ditekan.
  • Dalam membaca sebuah karya atau naskah yang menggunakan kalimat langsung, cara membacanya harus menggunakan nada yang agak ditekan.

Bagaimana Menulis Kalimat Langsung

Jika kita sudah mengetahui seperti apa ciri-ciri kalimat langsung, sebaiknya kita juga mengetahui atau mempelajari cara menulis kalimat langsung yang baik dan benar, agar tidak ada kesalahan saat kita membuatnya nanti. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam kalimat langsung, terutama pada bagian penggunaan tanda baca.

Simak penjelasan lengkap cara menulis kalimat langsung yang benar di bawah ini!

  1. Pada kalimat langsung bagian harus diapit dengan menggunakan tanda petik ganda (") sebagai pengganti satu tanda petik (& # 39;) dan juga pada penggunaan tanda petik pada bagian penutup digunakan setelah tanda baca yang mengakhiri kalimat langsung .
    Contoh cara menulis kaidah diatas yaitu:
    Abdi berkata, "Besok aku akan memakai sepatu putih"
  2. Dalam aturan penulisan kalimat langsung, kalimat pengiring harus diakhiri dengan koma. Namun terkadang Anda juga dapat menggunakan titik dua dan spasi jika bagian kalimat yang menyertainya berada sebelum kalimat langsung.
    Contoh cara menulis di atas adalah:
    Abdi berkata, "Besok aku akan memakai sepatu putih"
    Abdi: "Besok aku akan pakai sepatu putih"
  3. Jika menggunakan dua kalimat langsung, huruf pertama dari kalimat tersebut harus menggunakan huruf besar. Kecuali jika awal huruf menjelaskan nama dan salam karakter atau orang.
    Contoh pertama:
    "Cobalah berbicara dengan adikmu," kata sang ayah, "dia pasti akan mendengarkanmu."

    Contoh kedua:
    Jihan berkata, "Saya akan pergi ke toko sebelah", sedangkan Ratna berkata, "Ibnu pergi ke pasar."

Di atas adalah cara menulis kalimat langsung yang baik dan benar. Hal terpenting dalam kalimat langsung adalah penggunaan tanda baca. Sebab, jika tanda baca tersebut salah, maka akan mengubah makna yang terkandung dalam kalimat tersebut. Dan tanda baca juga termasuk fungsi sebagai penentu intonasi bagi pembaca. Sehingga pembaca dapat menyampaikan informasi dengan baik dan sesuai dengan apa yang dilakukan narasumber.

Contoh Kalimat Langsung

Simak beberapa contoh kalimat langsung di bawah ini!

  1. Ibu bertanya, "beli sabun mandi di toko."
  2. "Kamu benar-benar anak yang pintar." Kata Ibu sambil membelai rambut Nana
  3. "Ayah, ayah disebut ibu!" kata Lisa, "disuruh memperbaiki kipas angin."
  4. "Saya belum siap!" Nana berkata dari dalam kamarnya, "Tunggu lima menit lagi!"
  5. "Jika saat itu ibumu tidak melarikan diri, Nak," Ibu mulai berkata, "tidak mungkin kamu akan jatuh ke selokan itu juga."

Kalimat Tidak Langsung

Definisi Kalimat Tidak Langsung

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang merupakan kebalikan dari kalimat langsung. Kalimat tidak langsung biasanya digunakan untuk menyampaikan atau melaporkan kembali perkataan orang lain dalam bahasanya sendiri.

Kalimat langsung yang menggunakan tanda petik berbeda dengan kalimat tidak langsung yang tidak menggunakan tanda petik, oleh karena itu kalimat tidak langsung disebut juga kalimat berita. Karena kalimat tidak disampaikan secara langsung apa yang diinformasikan.

Kalimat tidak langsung juga dapat diartikan sebagai kalimat yang menceritakan kembali isi atau pokok bahasan yang telah disampaikan oleh orang lain tanpa perlu mengutip seluruh kalimat.

Karakteristik Kalimat Tidak Langsung

Untuk mengetahui apakah kalimat yang disampaikan termasuk dalam kalimat langsung atau kalimat tidak langsung, kita perlu memahami ciri-ciri kalimat tersebut dengan baik.

Berikut ciri-ciri kalimat tidak langsung, antara lain:

  1. Kalimat tersebut tidak langsung diakhiri penulisannya tanpa menggunakan tanda petik ganda (“…”)
  2. Nada atau intonasi yang digunakan dalam kalimat tidak langsung biasanya datar dan tampak berkurang di akhir kalimat.
  3. Karakter yang digunakan dalam kalimat tidak langsung berubah, yaitu:
    1. Kata ganti orang pertama berubah menjadi kata ganti orang ketiga.
      Contoh:
      I = Dia / Nama orang ketiga
      I = Dia / Nama dayung ketiga
      Kami = mereka / Nama orang ketiga
    2. Kata ganti orang kedua berubah menjadi kata ganti orang pertama.
      Contoh:
      Anda = Saya
    3. Kata ganti jamak atau kita ubah menjadi kita dan mereka. Itu tergantung konteks kalimat yang dibuat.
      Contoh:
      Anda = mereka
      Kami = Kami
  4. Kalimat tidak langsung menggunakan penghubung yang disebut konjugasi.
    Contoh konjungsi adalah: in order, order, for, about, dan konjungsi lainnya.

Bagaimana Menulis Kalimat Tidak Langsung

Penulisan kalimat tidak langsung yang baik dan benar harus menggunakan metode yang sesuai dengan kaidah penulisan EYD. Dan yang terpenting adalah penggunaan tanda baca. Penting sekali untuk memperhatikan tanda baca tersebut, karena penggunaan tanda baca yang benar adalah dalam mendapatkan penulisan kalimat yang benar.

Beberapa cara penulisan kalimat tidak langsung di bawah ini antara lain:

  1. Ada perubahan kata ganti
  2. Menggunakan kata sambung
  3. Pembacaan kalimat tersebut tidak menggunakan penekanan intonasional
  4. Kalimat tidak langsung merupakan pengulangan kata-kata seseorang sehingga kalimat tersebut menjadi kalimat berita
  5. Tidak perlu menggunakan tanda kutip ganda.

Contoh Kalimat Tidak Langsung

  1. Ibu menyuruhku membeli sayur di pasar.
  2. Ayah memberi tahu saya bahwa saya harus belajar naik sepeda.
  3. Kepala desa berhasil menangkap pencuri sepeda di kedai kopi dan membawanya ke kantor polisi.
  4. Saya mengatakan kepada ibu bahwa Anda pulang lusa.
  5. Andi bertanya kepada Lisa kapan dia bisa mengembalikan uang tersebut.

Fungsi Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

Kalimat tidak langsung berfungsi sebagai bahasa penyampaian berita, karena menggunakan bahasa yang tidak langsung dari sumbernya. Sedangkan kalimat langsung berfungsi memberi perintah atau menyampaikan perintah kepada seseorang.

Beri nilai posting ini
Baca:  1000 Kata-Kata Bijak, Mutiara, Cinta, Motivasi dan Kehidupan
Share